Takwa yang dimaksudkan dalam puasa Ramadhan punya dua sisi. Pertama, sisi pribadi. Bagaimana seorang mukmin menjadi pribadi yang taat dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhkan yang dilarang-Nya. La’allakum tattaqun. (surah Al-Baqarah ayat 183)
Sisi kedua adalah takwa dalam lingkup sosial. Bagaimana masyarakat mewujudkan ketakwaan pribadi-pribadi mereka dalam bentuk amal kolektif, baik pelaksana maupun objeknya. Dan inilah yang terkandung dalam akhir surah Al-Baqarah ayat 187, la’allahum yattaqun, agar mereka menjadi orang-orang yang bertakwa.
Karena itu, Rasulullah saw. juga menyebut bulan Ramadhan sebagai bulan santunan atau kepedulian.